Happy studying, may be useful ...

Dear readers ...
for completeness this blog, we hope the comments that build ... ok thank you :)

" Health is not everything, but whithout health everything is nothing "

Tuesday, August 7, 2012

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GOUTH

 

perawatmasadepanku@blogspot.com



Join With Us :
Email :hendritriyulianto@gmail.com
Facebook :Hendri Ty



Kunjungi dan Dapatkan !!!
Kumpulan Askep Lengkap Hanya Di :

perawatmasadepanku@blogspot.com



Free Download & Free Copy
Pembaca yang budiman, dimohon memberikan komentar, saran dankritik yang membangun…Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua…Aminn

Dapat kan kemudahan dalam mencari askep, dengan bergabungmenjadi member kami…Join With Us

Terima kasih …!
Selamat membaca…!


ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GOUTH
A.    DEFINISI
Gout berasal dari kata gutta, yang berarti tetesan. Dahulu kala gout  diangga adanya tetesan jahat yang masuk ke dalam sendi. Namun sekarang gout merupakan penyakit akibat endapan kristal mono sodium urat (MSU). Gout adalah suatu proses inflamasi yang terjadi karena deposisi Kristal asam urat pada jaringan sekitar sendi (tofi). (Misnadiarly,2007)
Gout adalah peningkatan produksi asam urat, penurunan ekskresi asam urat dari ginjal, atau kebanyakan mengkonsumsi makanan yang mengandung purin, yang mana asam urat akan dimetabolisme oleh tubuh. (Lewis dkk, 2000)
Gout merupakan gangguan metabolism urin dan irimidin, ditandai dengan typhi yang menimbulkan serangan peradangan arthritis akut sendi paroksismal berukang yang biasanya mengenai sendi perifer tunggal, dan bereaksi baik dengan kolkisin biasanya diikuti dengan penyembuhan total. (kamus saku kedokteran dorlan)

EPILEPSI PADA ANAK



perawatmasadepanku@blogspot.com



Join With Us :
Email :hendritriyulianto@gmail.com
Facebook :Hendri Ty



Kunjungi dan Dapatkan !!!
Kumpulan Askep Lengkap Hanya Di :

perawatmasadepanku@blogspot.com



Free Download & Free Copy
Pembaca yang budiman, dimohon memberikan komentar, saran dankritik yang membangun…Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua…Aminn

Dapat kan kemudahan dalam mencari askep, dengan bergabungmenjadi member kami…Join With Us

Terima kasih …!
Selamat membaca…!


A. Definisi
          Epilepsi adalah serangan kejang yang hilang timbul dimana kejang – kejang merupakan sifat abnormal yang berkaitan dengan aktivitas listrik otak yang berlebihan ( Hendarto. 1988 ).
         Anak dianggap menderita epilepsi jika ia telah  lebih dari 1 kali menderita bangkitan kejang spontan / epilepsi atau gangguan yang ringan ( Ngastiyah. 2000 )
          Eplepsi merupakan gangguan saraf pusat ( SSP ) yang dicirikan oleh terjadinya bangkitan ( seizure, fit, attack, spell ) yang bersifat spontan ( unprovoked ) dan berkala ( Harsono.2007 ).

B. Klasifikasi
1. Bangkitan Epilepsi Parsial
            Bangkitan epilepsi parsial disebabkan oleh lesi atau kelainan lokal pada otak. Bangkitan epilepsi parsial dibagi menjadi :
a. Bangkitan Epilepsi Parsial Sederhana
·         Jenis ini tidak disertai gangguan atau penurunan kesadaran.
·         Manifestasi kklinisnya dapat bervariasi, termasuk manifestasi motorik, sensorik, otonomik, dan psikis.
·         Bangkitan motorik pada umumnya merupakan refleksi terlibatnya korteks motorik atau suplementary motorik cortex dan menyebabkan terjadinya perubahan aktivitas otot.
·         Bangkitan sensorik sering kali muncul halusinasi atau ilusi yang melibatkan rasa sentuh ( parestesi atau baal ), penghiduan ( menangkap bau yang aneh ), pengecapan lidah ( rasa yang aneh atau abnormal ), penglihatan ( halusinasi visual berbentuk atau tidak berbentuk ) dan pendengaran ( suara gemuruh, mendering, musik, atau aneka suara )
·         Bangkitan otonomik dapat menyebabkan perubahan pada kecepaatn denyut jantung atau pernafasan, berkeringat, bulu roma berdiri, atau rasa aneh di dalam perut ), dada atau kepala.
·         Bangkitan psikis timbul dari sistem limbik dan area neokorteks pada lobus frontalis dan temporalis.
·         Bangkitan epilepsi berlangsung sekitar 30 detik atau kurang, tidak ada gejala pasca bangkitan walaupun penderita dengan bangkitan parsial motorik mengalami baal atau kelemahan pada bangkitan tubuh tertentu ( Todd’s paralysis )
·         EEG memberi gambaran cetusan kontralateral lokal, mulai di korteks yang sesuai dengan gejala yang tampak.
·         Prognosis : bangkitan terkontrol pada 30 – 50 % penderita.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA CHUSING’S SYNDROME



perawatmasadepanku@blogspot.com



Join With Us :
Email :hendritriyulianto@gmail.com
Facebook :Hendri Ty



Kunjungi dan Dapatkan !!!
Kumpulan Askep Lengkap Hanya Di :

perawatmasadepanku@blogspot.com



Free Download & Free Copy
Pembaca yang budiman, dimohon memberikan komentar, saran dankritik yang membangun…Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua…Aminn

Dapat kan kemudahan dalam mencari askep, dengan bergabungmenjadi member kami…Join With Us

Terima kasih …!
Selamat membaca…!



ASUHAN KEPERAWATAN PADA CHUSING’S SYNDROME



Pengertian

Chusing’s syndrome (CS) merupakan gejala-gejala yang ditimbulkan oleh karena kelebihan hormon kortisol (hipercortisolism).



Patofisiologi

Efek metabolic dari CS merupakan efek fisiologis yang berlebihan dari kortisol (glukokortikoid). Korteks adrenal pada penderita CS mengalami hiperplasia yang disebabkan oleh kelebihan Adreno Cortikotropic Hormon (ACTH). Kelebihan ACTH mungkin disebbabkan oleh hipersekresi dari hipofisis anterior atau ektopik (berasala dari luar hipofisis). Kelebihan ACTH tersebut menyebabkan hilangnya irama diurnal yang normal; penurunan responsivitas prolaktin, tirotropin, dan gonadotropin terhadap releasing hormonnya; serta perubahan pola tidur. Pasien dnegan CS menunjukkan gangguan metabolisme  nitrogen, karbohidrat, dan mineral. Adanya peningkatan jumlah total lemak tubuh  sebagai akibat berkurangnya penggantian (turnover)  asam lemak dalam plasma , disertai redistribusi sebagian besar lemak menyebabkan obesitas sentripetal . Pasien CS mengalami peningkatan pemecahan protein jaringan, yang menyebabkan peningkatan kadar nitrogen dalam urine, penurunan massa otot, proximal miopaty, penipisan kulit, penurunan matrik tulang, kehilangan Calcium tulang, dan kehilangan jaringa  limpoid. Kadar kortikosteroid yang tinggi dpat membunuh sel-sel limfosit,  dan organ-organ yang mengandung sel limfosit seperti hepar, lien, limfa nodi akan mengalami pengecilan ukuran. Sebagai akibatnya,  responsivitas antibody terhadap antigen akan menurun.

Pada sebagain besar kasus CS akan disertai dnegan peningkatan produksi androgen, ynag disertai timbulnya jerawat, hirsutisme, dan hipertropi klitoris.  Peningkatan hormon androgen juga dapat mengganggu aksis hipofisis-ovarium, sehingga menurunkan prosuksi estrogen dan progesterone dari ovarium, dan menyebabkan oligomenorhea (jarang menstruasi).